Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 12:10:54【Resep】337 orang sudah membaca
PerkenalanWali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan SLHS kepada perwakilan SPPG yang telah lolos prose

...Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut guna menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG.
“Pemkot Kupang akan terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG serta memastikan ngak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa.
Ia mengangakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini di Kota Kupang.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tapi membangun masa depan generasi penerus bangsa mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” katanya.
Christian menekankan pentingnya penerapan aspek kebersihan dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Para pengelola dapur MBG, lanjut dia, harus memperhatikan hal-hal detail, seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, menjelaskan penyerahan SLHS bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekaligus menjamin keamanan pangan melalui penerapan standar higiene sanitasi.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyangakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sedangkan 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sedangkan pemeriksaan kimia masih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Baca juga: 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Suka(361)
Artikel Terkait
- Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital
- Bulan Sabit Merah sebut 29 staf di Gaza tewas sejak agresi Israel
- Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot
- Kemensos rehabilitasi korban ledakan di masjid SMA 72 Jakarta
- Pohon depan Mal Slipi Jaya tumbang akibat dihantam truk molen
- KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat
- Resep roti tawar rasa kopi ala Roti O, cocok untuk sarapan dan ngopi
- Pentingnya nutrisi untuk ongak pada pemulihan stroke
- Pohon depan Mal Slipi Jaya tumbang akibat dihantam truk molen
- SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan

BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung

KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan

KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat

CORE: Jelang Natal, pasokan

Kapolri sebut terduga pelaku bom siswa SMAN 72 Jakut

Komdigi hadirkan Garuda Spark Medan untuk pengembangan talenta digital

Komnas HAM pantau masalah MBG, ingatkan pangan